BERITAFAJAR.co - Polemik soal keabsahan Surat Keputusan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (SK PC PPP) Kabupaten Sumenep terus di...
BERITAFAJAR.co - Polemik soal keabsahan Surat Keputusan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (SK PC PPP) Kabupaten Sumenep terus ditentang oleh sejumlah kiai sepuh. Karena, sikap Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur telah mengabaikan asas demokrasi dan mendiskriminasi formatur PAC yang dipilih langsung pada Musyawarah Cabang PPP 24 november lalu.
Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rahman Lembung Barat, Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep, KH. Sirojuddin menjelaskan, pertemuan para pengasuh pondok pesantren kali ini berdasarkan atas keprihatianan terhadap kondisi PPP Sumenep yang makin jauh dari asas Islam.
“Saya terkejut karena tiba-tiba ada banyak kiai-kiai yang datang ke sini. Tiba-tiba jalannya musyawarah semuanya sepakat menolak SK PPP DPW. Katanya lebih baik mufaroqoh jika SK itu tidak cabut,” kata kiai yang akrab disapa Kiai Jud, Selasa (20/12/2016).
Mantan Bendahara PPP dua preode pada masa kepemimpinan alm. KH. A. Warist Ilyas ini menegaskan, hasil musyawarah para kiai tersebut akan disebarkan ke pengasuh-pengasuh pondok pesantren se Kabupaten Sumenep, hal ini dilakukan untuk menyeleamatkan PPP dari kehancuran politik santri yang sudah dilakukan oleh pihak DPW PPP Jawa Timur.
“Kami ingin menyelematkan jika memang PPP bisa diselamatkan dan DPW mendengar seruan para ulama dan kiai-kiai di Sumenep. Tetapi jika memang DPW Bersikeras mempertahankan egonya dengan tidak mencabut SK yang katanya sudah dikeluarkan, maka seperti yang saya katakan di awal, Mufaroqoh jalan yang akan kami tempuh,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ach Qusyairi NUrullah
Editor : Ibnu Toha
Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rahman Lembung Barat, Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep, KH. Sirojuddin menjelaskan, pertemuan para pengasuh pondok pesantren kali ini berdasarkan atas keprihatianan terhadap kondisi PPP Sumenep yang makin jauh dari asas Islam.
“Saya terkejut karena tiba-tiba ada banyak kiai-kiai yang datang ke sini. Tiba-tiba jalannya musyawarah semuanya sepakat menolak SK PPP DPW. Katanya lebih baik mufaroqoh jika SK itu tidak cabut,” kata kiai yang akrab disapa Kiai Jud, Selasa (20/12/2016).
“Kami ingin menyelematkan jika memang PPP bisa diselamatkan dan DPW mendengar seruan para ulama dan kiai-kiai di Sumenep. Tetapi jika memang DPW Bersikeras mempertahankan egonya dengan tidak mencabut SK yang katanya sudah dikeluarkan, maka seperti yang saya katakan di awal, Mufaroqoh jalan yang akan kami tempuh,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ach Qusyairi NUrullah
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR