BERITAFAJAR.co - Gagalnya Pemilihan Antar Waktu Kades Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur, disinyali...
BERITAFAJAR.co - Gagalnya Pemilihan Antar Waktu Kades Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur, disinyalir karena ulah kepala dusun (kadus ) yang dinilai tidak profesional terhadap penunjukan tokoh sebagai perwakilan untuk pemilih Kades PAW.
Suriyanto (32) warga setempat menjelaskan terkait gagalnya PAW, yang direncanakan pada tanggal 29 November untuk Desa Beluk Kenek lalu, karena ulah Kepala Dusun, sehingga Pemkab Sumenep mengambil langkah untuk membentuk panitia baru karena panitia yang lama mengundurkan diri, dan pemkab menetapkan tanggal 15 Desember namun kebijakan pemkab tersebut tetap ditolak oleh masyarakat.
"Sebagai kepala dusun sudah tidak pantas untuk dijadikan contoh, karena kebijakan dalam pengambilan tokoh sudah asal-asalan, seperti mantan narapidana, istrinya sendiri, dan famili lainnya, dipilih sebagai tokoh dalam memilih Kades PAW"ungkapnya.
Dia mengaku ulah kepala Dusun itu telah disampaikan kepada camat dan Pemdes Namun camat dan pemdes tidak memberikan tanggapan serius terhadap ulah kadus tersebut.
"Semestinya pemerintah mengambil sikap dalam peristiwa ini, gagalnya PAW itu sudah jelas karena ulah Kadus, dengan demikian pemerintah terkesan membiarkan kadus semakin liar" ucapnya.
Sementara Kepala Bagian Pemerintah Desa Alidafir, belum bisa memastikan terkait kapan mau digelar kembali PAW kades di Desa Beluk Kenek, karena hingga saat ini masyarakat belum bisa menerima untuk dilaksanakan PAW.
"Yang pasti untuk tanggal 15 Desember PAW kades Desa Beluk kenek belum bisa digelar, karena kendalanya masyarakat masih menulak"ungkapnya.
Informasi gagalnya PAW karena kadus dinilai tidak profesional dalam menentukan tokoh, dengan kondisi demikian pihaknya akan berkoordinasi dengan bupati Sumenep mengenai pelaksanaan PAW kades Beluk Kenek.
"Kami sudah musyawarah dengan camat setempat bahwa pada waktu dekat akan berkordinasi dengan Bupati, agar PAW di desa Beluk Kenek ada kejelasan" tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Suriyanto (32) warga setempat menjelaskan terkait gagalnya PAW, yang direncanakan pada tanggal 29 November untuk Desa Beluk Kenek lalu, karena ulah Kepala Dusun, sehingga Pemkab Sumenep mengambil langkah untuk membentuk panitia baru karena panitia yang lama mengundurkan diri, dan pemkab menetapkan tanggal 15 Desember namun kebijakan pemkab tersebut tetap ditolak oleh masyarakat.
"Sebagai kepala dusun sudah tidak pantas untuk dijadikan contoh, karena kebijakan dalam pengambilan tokoh sudah asal-asalan, seperti mantan narapidana, istrinya sendiri, dan famili lainnya, dipilih sebagai tokoh dalam memilih Kades PAW"ungkapnya.
Dia mengaku ulah kepala Dusun itu telah disampaikan kepada camat dan Pemdes Namun camat dan pemdes tidak memberikan tanggapan serius terhadap ulah kadus tersebut.
"Semestinya pemerintah mengambil sikap dalam peristiwa ini, gagalnya PAW itu sudah jelas karena ulah Kadus, dengan demikian pemerintah terkesan membiarkan kadus semakin liar" ucapnya.
Sementara Kepala Bagian Pemerintah Desa Alidafir, belum bisa memastikan terkait kapan mau digelar kembali PAW kades di Desa Beluk Kenek, karena hingga saat ini masyarakat belum bisa menerima untuk dilaksanakan PAW.
"Yang pasti untuk tanggal 15 Desember PAW kades Desa Beluk kenek belum bisa digelar, karena kendalanya masyarakat masih menulak"ungkapnya.
Informasi gagalnya PAW karena kadus dinilai tidak profesional dalam menentukan tokoh, dengan kondisi demikian pihaknya akan berkoordinasi dengan bupati Sumenep mengenai pelaksanaan PAW kades Beluk Kenek.
"Kami sudah musyawarah dengan camat setempat bahwa pada waktu dekat akan berkordinasi dengan Bupati, agar PAW di desa Beluk Kenek ada kejelasan" tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR