BERITAFAJAR.co - Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama PAGAR NUSA, M. Heru Taufiq mengatakan, kita sebagai warga Indonesia sudah memb...
BERITAFAJAR.co - Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama PAGAR NUSA, M. Heru Taufiq mengatakan, kita sebagai warga Indonesia sudah membangun tatanan bernegara dan berbangsa dengan sabar dalam waktu yang sangat lama.
”Sebagai salah satu hasilnya, kita bisa menyaksikan, Indonesia kini menjadi satu-satunya harapan dunia sebagai teladan pergaulan kemanusiaan yang beradab. Harapan ini menjadi masuk akal dengan melihat kekacauan global yang terjadi di belahan bumi lain, terutama krisis kemanusiaan berkepanjangan yang terjadi di Timur Tengah,” terang Ketua PP PSNU Pagar Nusa, M. Heru Taufiq, sebagaimana diterima BeritaFajar, Selasa (1/10/2016).
Akan tetapi, lanjutnya, tetap tidak ada jaminan bahwa capaian bangsa Indonesia ini akan terus lestari. PP PSNU Pagar Nusa menengarai adanya upaya-upaya yang secara sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja, hendak menggiring bangsa ini menuju krisis kemanusiaan sebagaimana yang terjadi di Timur Tengah.
”Setiap peristiwa yang melibatkan partisipasi massif dari warga, seperti Pilkada dan Pilpres, selalu mengandung patahan dan retakan yang rawan untuk disulut menjadi konflik horisontal,” imbuhnya.
Dia mengatakan, PP PSNU Pagar Nusa menyimak dan memerhatikan dengan seksama perkembangan yang berlangsung di seputar Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta. Salah satu hal yang mengemuka dan sangat menyita perhatian publik dalam proses tersebut adalah kemunculan isu penistaan agama.
Memperhatikan perkembangan yang terjadi di Jakarta dan daerah lain serta menindaklanjuti amanah dan perintah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), PP PSNU Pagar Nusa berkewajiban untuk menyampaikan hal-hal berikut secara terbuka:
Demikianlah, pernyataan ini disampaikan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala meridlai setiap upaya kita dalam mencintai dan membangun Indonesia (*)
Pewarta : Hanan
Editor : Ibnu Toha
”Sebagai salah satu hasilnya, kita bisa menyaksikan, Indonesia kini menjadi satu-satunya harapan dunia sebagai teladan pergaulan kemanusiaan yang beradab. Harapan ini menjadi masuk akal dengan melihat kekacauan global yang terjadi di belahan bumi lain, terutama krisis kemanusiaan berkepanjangan yang terjadi di Timur Tengah,” terang Ketua PP PSNU Pagar Nusa, M. Heru Taufiq, sebagaimana diterima BeritaFajar, Selasa (1/10/2016).
Akan tetapi, lanjutnya, tetap tidak ada jaminan bahwa capaian bangsa Indonesia ini akan terus lestari. PP PSNU Pagar Nusa menengarai adanya upaya-upaya yang secara sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja, hendak menggiring bangsa ini menuju krisis kemanusiaan sebagaimana yang terjadi di Timur Tengah.
”Setiap peristiwa yang melibatkan partisipasi massif dari warga, seperti Pilkada dan Pilpres, selalu mengandung patahan dan retakan yang rawan untuk disulut menjadi konflik horisontal,” imbuhnya.
Dia mengatakan, PP PSNU Pagar Nusa menyimak dan memerhatikan dengan seksama perkembangan yang berlangsung di seputar Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta. Salah satu hal yang mengemuka dan sangat menyita perhatian publik dalam proses tersebut adalah kemunculan isu penistaan agama.
Memperhatikan perkembangan yang terjadi di Jakarta dan daerah lain serta menindaklanjuti amanah dan perintah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), PP PSNU Pagar Nusa berkewajiban untuk menyampaikan hal-hal berikut secara terbuka:
- Basuki Tjahaja Purnama telah memohon maaf dan PP PSNU Pagar Nusa dapat menerima permintaan maaf tersebut. PP PSNU Pagar Nusa meminta kepada Basuki Tjahaja Purnama agar berhenti dari kebiasaan ceroboh dalam mengeluarkan pernyataan di hadapan publik.
- PP PSNU Pagar Nusa meminta kepada pihak yang berwenang untuk memproses tuntutan hukum atas Basuki Tjahaja Purnama dengan seadil-adilnya.
- PP PSNU Pagar Nusa memerintahkan pada seluruh warga Pagar Nusa, tanpa kecuali, untuk tidak ikut serta dalam ajakan aksi 4 November 2016. PP PSNU Pagar Nusa juga melarang disertakannya atribut, lambang, dan simbol yang berkaitan dengan Nahdlatul Ulama dalam aksi tersebut.
- PP PSNU Pagar Nusa menghimbau kepada segenap masyarakat untuk mengedepankan akal sehat dalam menyikapi dan mengikuti selurus proses Pilkada DKI 2017.
- PP PSNU Pagar Nusa mengutuk keras pihak-pihak yang dengan sengaja membawa aksi ini untuk tujuan-tujuan anarkis. PP PSNU Pagar Nusa meminta pihak-pihak tersebut untuk berhenti melakukan agitasi gaya Timur-Tengah yang bisa menimbulkan kekerasan dan perang antar saudara. Kekerasan tersebut bagaimanapun tidak bisa dibenarkan oleh dalil apapun dalam Islam.
- Terakhir, PP PSNU Pagar Nusa menyerukan kepada segenap masyarakat Jakarta, pada khususnya, dan warga Indonesia, pada umumnya, untuk belajar berdemokrasi secara sehat dengan selalu berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945.
Demikianlah, pernyataan ini disampaikan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala meridlai setiap upaya kita dalam mencintai dan membangun Indonesia (*)
Pewarta : Hanan
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR