BERITAFAJAR.co – Untuk memerangi narkoba dan merebaknya faham radikalisme, ribuan santri dari berbagai daerah dan pesantren menggelar dekla...
BERITAFAJAR.co – Untuk memerangi narkoba dan merebaknya faham radikalisme, ribuan santri dari berbagai daerah dan pesantren menggelar deklarasi anti narkoba dan radikalisme, di depan Masjid Jamik Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Sebelum melakukan deklarasi, ribuan santri yang datang dari berbagai daerah dan pesantren di Sumenep ini, berkumpul di sebelah barat taman Adipura atau depan Masjid Agung Sumenep. Mereka mengenakan baju muslim serba putih.
Bertindak sebagai pembaca teks deklarasi, yang diikuti oleh ribuan santri itu, KH Imam Hasyim, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Attaufiqiyah. Dalam deklarasi itu, para santri berkomitmen bekerjasama dengan semua pihak menjadi pelopor terdepan memerangi narkoba dan radikalisme di Sumenep.
Sebagai bentuk komitmen, mereka melakukan penandatanganan kesepakatan anti narkoba dan radikalisme oleh TNI, Polri, Kejaksaan, MUI, Pengadilan Negeri, Kemenag, Pemkab dan Perwakilan pengasuh pondok pesantren dan ribuan santri se Kabupaten Sumenep.
Pengasuh Pondok Pesantren Attaufiqiyah, KH Imam Hasyim, memberikan apresiasi luar biasa terhadap kegiatan deklarasi anti narkoba dan radikalisme. Sebab, ditangan para santri selaku generasi bangsa barang haram dan radikalisme itu dapat diberantas.
Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora mengatakan, santri merupakan penerus bangsa yang sangat tepat menjadi pelopor pemberantasan narkoba dan radikalisme di tengah-tengah masyarakat.
”Dengan partisipasi para santri akan tercipta kondusivitas serta dapat mencegah pergerakan penyebaran narkoba dan radikalisme khususnya di Kabupaten Sumenep,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang santri, Moh Yusril mengatakan, santri akan berada di garda depan memerangi narkoba dan radikalisme yang telah meracuni bangsa ini. Karena santri merupakan harapan satu-satunya sebagai benteng utama selaku generasi bangsa yang menjadi pelopor pemebrantasan narkoba dan radikalisme di tengah-tengah masyarakat.
”Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, di seluruh tanah air agar bersama-sama memerangi narkoba dan radikalisme yang sangat membahayakan masa depan bangsa,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Sebelum melakukan deklarasi, ribuan santri yang datang dari berbagai daerah dan pesantren di Sumenep ini, berkumpul di sebelah barat taman Adipura atau depan Masjid Agung Sumenep. Mereka mengenakan baju muslim serba putih.
Bertindak sebagai pembaca teks deklarasi, yang diikuti oleh ribuan santri itu, KH Imam Hasyim, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Attaufiqiyah. Dalam deklarasi itu, para santri berkomitmen bekerjasama dengan semua pihak menjadi pelopor terdepan memerangi narkoba dan radikalisme di Sumenep.
Sebagai bentuk komitmen, mereka melakukan penandatanganan kesepakatan anti narkoba dan radikalisme oleh TNI, Polri, Kejaksaan, MUI, Pengadilan Negeri, Kemenag, Pemkab dan Perwakilan pengasuh pondok pesantren dan ribuan santri se Kabupaten Sumenep.
Pengasuh Pondok Pesantren Attaufiqiyah, KH Imam Hasyim, memberikan apresiasi luar biasa terhadap kegiatan deklarasi anti narkoba dan radikalisme. Sebab, ditangan para santri selaku generasi bangsa barang haram dan radikalisme itu dapat diberantas.
Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora mengatakan, santri merupakan penerus bangsa yang sangat tepat menjadi pelopor pemberantasan narkoba dan radikalisme di tengah-tengah masyarakat.
”Dengan partisipasi para santri akan tercipta kondusivitas serta dapat mencegah pergerakan penyebaran narkoba dan radikalisme khususnya di Kabupaten Sumenep,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang santri, Moh Yusril mengatakan, santri akan berada di garda depan memerangi narkoba dan radikalisme yang telah meracuni bangsa ini. Karena santri merupakan harapan satu-satunya sebagai benteng utama selaku generasi bangsa yang menjadi pelopor pemebrantasan narkoba dan radikalisme di tengah-tengah masyarakat.
”Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, di seluruh tanah air agar bersama-sama memerangi narkoba dan radikalisme yang sangat membahayakan masa depan bangsa,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR