BERITAFAJAR.CO - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir dalam kunjungan ke SMK Muhammadiyah Imogiri, Bantul, Daerah Istimew...
BERITAFAJAR.CO - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir dalam kunjungan ke SMK Muhammadiyah Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (10/8/2016) lalu, mengatakan, wacana full day school tetap jalan. Meskipun sebelumnya dia menegaskan bahwa full day school ditinjau ulang dan pihaknya membentuk tim khusus untuk mengkajinya.
Muhadjir mengatakan dalam sambutannya, bahwa SMK Muhammadiyah Imogiri menjadi salah satu kebanggaannya sebagai seorang warga Muhammadiyah.
“Presiden Jokowi menunjuk saya sebagai Mendikbud juga karena beliau tahu untuk soal pendidikan, Muhammadiyah yang paling unggul,” ujarnya.
BACA JUGA :
Inilah Pengakuan Putra Mendikbud Muhajir Ketika Sekolah di Lembaga NU
Walaupun Muhadjir membanggakan sekolah yang dikelola Muhammadiyah, tetapi mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu juga tidak menafikan sekolah-sekolah NU yang maju. Ia bahkan menyekolahkan putra keduanya, Seno Shaumi Hably, di SD Islam Sabilillah. SD ini berkonsep full day school dan dikelola Nahdlatul Ulama (NU), di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif.
SD Islam Sabilillah memang favorit di Kota Malang sejak bertahun-tahun lalu. Setiap tahun ajaran baru, jumlah calon siswa yang mendaftar di sekolah Nahdlatul Ulama (NU) itu di atas 350 anak, namun yang diterima hanya 125 orang anak.Letak SD Islam Sabilillah bersebelahan dengan Masjid Sabilillah yang berlokasi di kawasan Blimbing, Kota Malang. Banyak orang tua yang berkeinginan menyekolahkan anaknya ke SD tersebut, karena kualitasnya bagus.
“Konsep full day school memang salah satu ciri khas SD Islam Sabilillah. Kita menganut pembelajaran tuntas, dan itu bisa dilakukan dengan sistem full day. Dalam pembelajaran tuntas, semua selesai saat di sekolah. Jadi para siswa pulang ke rumah sudah dengan gembira, karena tidak ada pekerjaan rumah (PR). PR tidak pernah ada di sekolah ini,” tutur Kepala Sekolah SD Islam Sabilillah Malang Muhammad Hasan Ya’kub SAg, Jumat (12/8).
Menurut Hasan Ya’kub, konsep full day school yang diterapkan di SD Islam Sabilillah sebetulnya untuk menjawab keinginan masyarakat perkotaan. Masyarakat menengah atas di perkotaan, rata-rata ayah ibu sibuk bekerja maka sangat tepat jika anaknya sekolah satu hari. Saat ayah ibu pulang kerja, langsung menjemput anaknya dan pulang bersama-sama.
“Meskipun para siswa di SD ini belajar satu hari, namun mereka melakukannya dengan gembira. Karena pihak sekolah menerapkan pembelajaran yang menyenangkan, sehingga semua anak bisa ceria,” tambah Hasan Ya’kub didampingi Waka Humas SD Sabilillah Muhammad Isnin SPd. (*)
Sumber: duta.co dan moslemforall.com
Muhadjir mengatakan dalam sambutannya, bahwa SMK Muhammadiyah Imogiri menjadi salah satu kebanggaannya sebagai seorang warga Muhammadiyah.
“Presiden Jokowi menunjuk saya sebagai Mendikbud juga karena beliau tahu untuk soal pendidikan, Muhammadiyah yang paling unggul,” ujarnya.
BACA JUGA :
Inilah Pengakuan Putra Mendikbud Muhajir Ketika Sekolah di Lembaga NU
Walaupun Muhadjir membanggakan sekolah yang dikelola Muhammadiyah, tetapi mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu juga tidak menafikan sekolah-sekolah NU yang maju. Ia bahkan menyekolahkan putra keduanya, Seno Shaumi Hably, di SD Islam Sabilillah. SD ini berkonsep full day school dan dikelola Nahdlatul Ulama (NU), di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif.
SD Islam Sabilillah memang favorit di Kota Malang sejak bertahun-tahun lalu. Setiap tahun ajaran baru, jumlah calon siswa yang mendaftar di sekolah Nahdlatul Ulama (NU) itu di atas 350 anak, namun yang diterima hanya 125 orang anak.Letak SD Islam Sabilillah bersebelahan dengan Masjid Sabilillah yang berlokasi di kawasan Blimbing, Kota Malang. Banyak orang tua yang berkeinginan menyekolahkan anaknya ke SD tersebut, karena kualitasnya bagus.
“Konsep full day school memang salah satu ciri khas SD Islam Sabilillah. Kita menganut pembelajaran tuntas, dan itu bisa dilakukan dengan sistem full day. Dalam pembelajaran tuntas, semua selesai saat di sekolah. Jadi para siswa pulang ke rumah sudah dengan gembira, karena tidak ada pekerjaan rumah (PR). PR tidak pernah ada di sekolah ini,” tutur Kepala Sekolah SD Islam Sabilillah Malang Muhammad Hasan Ya’kub SAg, Jumat (12/8).
Menurut Hasan Ya’kub, konsep full day school yang diterapkan di SD Islam Sabilillah sebetulnya untuk menjawab keinginan masyarakat perkotaan. Masyarakat menengah atas di perkotaan, rata-rata ayah ibu sibuk bekerja maka sangat tepat jika anaknya sekolah satu hari. Saat ayah ibu pulang kerja, langsung menjemput anaknya dan pulang bersama-sama.
“Meskipun para siswa di SD ini belajar satu hari, namun mereka melakukannya dengan gembira. Karena pihak sekolah menerapkan pembelajaran yang menyenangkan, sehingga semua anak bisa ceria,” tambah Hasan Ya’kub didampingi Waka Humas SD Sabilillah Muhammad Isnin SPd. (*)
Sumber: duta.co dan moslemforall.com
KOMENTAR