SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Moh Fadhilah meminta semua operator kapal dan perusahaan penyebrangan mewaspada...
SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Moh Fadhilah meminta semua operator kapal dan perusahaan penyebrangan mewaspadai cuaca ekstrim selama mudik lebaran mendatang. Sebab trayek kesejumlah kepulauan di Sumenep cukup jauh bahkan ada yang membutuhkan jarak tempuh hingga 12 jam perjalanan laut.
”Kita sudah himbau dan keluarkan surat edaran tentang pentingnya keselamatan pelayaran,” terang Kadis Perhubungan Sumenep, Moh Fadilah, Kamis (16/06/2016).
Dalam surat edaran tersebut ada beberapa hal penting yang perlu cek operator kapal demi keselamatan pemudik, diantaranya mengecek perlengkapan termasuk fungsi kapal, kemudian memperhatikan muatan agar tidak melebihi batas yang disyaratkan.
“Untuk arus mudik mendatang operator kapal juga diminta memperhatian cuaca, karena belakangan ini ada kecendrungan cuaca ekstrim, Bahkan jika memang tidak memungkinkan untuk berangkat, maka dipermaklumkan untuk menggeser jadwal keberangkatan kapal,” tegasnya, seperti dilansir dari RRI Sumenep.
Selain itu Fadilah juga meminta kesehatan dan kecakapan Nahkoda menjadi atensi perusahaan dengan menggunakan identitas yang ada, hal itu untuk membedakan antara ABK dengan menumpang umum sekaligus penumpang bisa meminta penjelasan jika ada pelayanan yang kurang nyaman selama perjalanan.
Dari data BMKG tanggal 16 juni 2016 perkiraan wilayah pelayaran perairan Masalembu Sumenep kecepatan angin 2-25 knots, dengan ketinggian gelombang 1,3-2,5 m, sedangkan untuk peraiaran Kepulauan Kangean Sumenep kecepatan angin 2-25 knots dengan ketinggian gelombang 0,8-2,5 m. Sedangkan untuk selat madura kecepatan angin 2-20 knots, dengan tinggi gelombang diperkirakan 0,3-1,3 m. (*)
”Kita sudah himbau dan keluarkan surat edaran tentang pentingnya keselamatan pelayaran,” terang Kadis Perhubungan Sumenep, Moh Fadilah, Kamis (16/06/2016).
Dalam surat edaran tersebut ada beberapa hal penting yang perlu cek operator kapal demi keselamatan pemudik, diantaranya mengecek perlengkapan termasuk fungsi kapal, kemudian memperhatikan muatan agar tidak melebihi batas yang disyaratkan.
“Untuk arus mudik mendatang operator kapal juga diminta memperhatian cuaca, karena belakangan ini ada kecendrungan cuaca ekstrim, Bahkan jika memang tidak memungkinkan untuk berangkat, maka dipermaklumkan untuk menggeser jadwal keberangkatan kapal,” tegasnya, seperti dilansir dari RRI Sumenep.
Selain itu Fadilah juga meminta kesehatan dan kecakapan Nahkoda menjadi atensi perusahaan dengan menggunakan identitas yang ada, hal itu untuk membedakan antara ABK dengan menumpang umum sekaligus penumpang bisa meminta penjelasan jika ada pelayanan yang kurang nyaman selama perjalanan.
Dari data BMKG tanggal 16 juni 2016 perkiraan wilayah pelayaran perairan Masalembu Sumenep kecepatan angin 2-25 knots, dengan ketinggian gelombang 1,3-2,5 m, sedangkan untuk peraiaran Kepulauan Kangean Sumenep kecepatan angin 2-25 knots dengan ketinggian gelombang 0,8-2,5 m. Sedangkan untuk selat madura kecepatan angin 2-20 knots, dengan tinggi gelombang diperkirakan 0,3-1,3 m. (*)
KOMENTAR