Puluhan aktivis kepemudaan menolak kebijakan AS yang mengakui Yarussalem sebagai ibu Kota Israel, dikecam keras aktivis kepemudaan Kota Pontianak. (Foto Ibn Fahd/Berita Fajar)
BERITAFAJAR.CO - Puluhan Satuan kepemudaan Kota Pontianak
menyelenggarakan aksi dengan mengecam kebijakan dan pengakuan sepihak Presiden
Amerika, Donald Trump. Sebab, pengakuan Donald Trump bahwa Yarussalem sebagai Ibu
Kota Israel, menyulut perdamaian dunia.
Berdasari pantauan di lokasi, puluhan
aktivis kepemudaan itu, menggelar aksi sebagai bentuk protes di taman digulis, Kota
Pontianak, berkisar pukul 15.00 WIB Kamis, (15/14/2017). Bagi mereka,
Yarussalem tidak boleh dirubah sebagai Ibu Kota Palestina yang telah diakui
kedaulatannya.
Aksi protes ini diikuti sejumlah
organisasi kemahasiswaan seperti GMNI, PMII dan HMI. Mereka bersatu menyampaikan
aspirasi kemanusiaan yang dianggap telah dilanggar oleh Amerika dan sekutunya,
Israel.
Puluhan kader ormas kepemudaan turut
hadir didampinggi aparat kepolisian untuk menjaga suasana aksi agar tetap
kondusif. Masing-masing orator dari berbagai ormas menyuarakan segala
aspirasinya berikut kecaman terhadap Presiden Amerika dan Israel .
Salah satu orator aksi, Daus, utusan HMI,
dengan tegas menyatakan, aksi ini bukan lagi mengatasnamakan agama, namun aksi
ini mengatasnamakan kepedulian sesama manusia. Sebagai manusia tentunya kita
tidak akan pernah membenarkan tindakan Israel terhadap warga Palestina yang
dianggap melanggar nilai-nilai kemanusiaan.
” tak perlu menjadi islam untuk membela
Palestina, namun cukuplah kita menjadi manusia”. Seru Daus dalam orasinya.
Sementara, Rival, orator dari GMNI,
mengatakan, Idonesia turut hadir bersama Palestina guna melawan
arogansi-arongansi yang dilakukan oleh Israel dan sekutu-sekutunya. Perlu diketahui
sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Palestina adalah salah satu
negara yang pertama mengakui kedaulatan negara kesatuan republik Indonesia.
“Kita turun aksi sebagai bukti bahwa
Indonesia berjuang bersama Palestina, ketika kita bersatu kita akan kuat dan
ketika kita kuat maka kita akan melawan” ujarnya seraya mengutip kata-kata
Suekarno.
Fahri Albar, orator PMII juga menghimbau
kepada PBB yang selalu meyuarakan nilai-nilai kemanusiaan agar tetap komitmen
terhadap nilai-nilai tersebut dan bertindak tegas untuk menyelesaikan konflik
serta tak memihak kepada kepentingan-kepentingan kapitalism belaka.
“PBB telah digaji oleh seluruh rakyat
yang ada dimuka bumi ini maka PBB harus bisa membela saudar-saudara kita yang
kini sedang tertindas dan terrampas hak-haknya”. Seru Fahri.
Aksi pengecaman berjalan hingga pukul
17:00 WIB , ditutup dengan ikrar penolakan terhadap kebijakan Trump dan ditutup
dengan pembacaan Qunut nazilah untuk penduduk Palestina yang dipimpin oleh Ust.
Fathan munim. (Ibnfahd/ibn)

KOMENTAR