ilustrasi ujian nasional berbasis komputer SMAN I Ajasa Kangean Sumenep. (foto ist)
Kondisi yang terjadi di
lapangan, calon siswa Kepulauan yang sudah mengambil password di SMA Negeri 1
Arjasa Pulau Kangean. Tetapi, mereka kesulitan melakukan pendaftaran melalui
sistem internet tersebut. Bahkan, panitia penyelenggara di Sekolah sulit
meng-upload dan meng-input data ke server.
Kepala SMA Negeri 1 Arjasa
Kangean Sumenep, Mohammad Sulaiman mengatakan, pada tahap pengambilan password
pendaftaran tercatat sudah 200 lebih calon siswa mengambil nomor PIN dari Pulau
Kangean dan Sapeken, namun umumnya kesulitan karena jaringan internetnya tidak
normal.
Sesuai hasil kordinasi
sekolah dengan pihak Telkom, disarankan membeli antena atau tower supaya akses
jaringan internet normal. Hanya saja, sekolah tidak mampu merealisasikan sebab
harganya mahal. Sekolah juga melakukan uji coba melalui wifi dan modem 4G, tapi
tidak maksimal juga.
“Selain lemot, juga paket
datanya cepat habis,’’ katanya menjelaskan, Kamis (6/7/2017).
“Selain itu, operasional
listrik PLN yang hanya menyala di malam hari di Kepulauan juga menjadi hambatan
PPDB online. Listrik di Kangean hanya menyala malam hari ketika magrib dan
padam menjelang subuh,” katanya menambahkan.
Kepala Cabang Disdik Provinsi
Jawa Timur wilayah Sumenep, Subaidi mengaku belum menerima laporan dari sekolah
penyelenggara yang bermasalah dengan jaringan dalam PPDB online.
“Laporan yang kami terima
hanyalah tidak sinkronnya pagu sekolah dari data di server dengan kuota yang
diusulkan lembaga,” tukasnya. (does/ibn)

KOMENTAR