siswa harus dibobom setelah tertimpa bangunan tugu Pancasila di Sumenep
BERITAFAJAR.CO - Ketika hari pertama masuk sekolah, Nuzul, siswa SDN Juluk 2 Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, harus menderita sakit. Sebab, siswa yang duduk di bangku kelas lima itu, tertimpa bangunan tugu Pancasila yang terbuat dari beton.
Berdasarkan informasi, Senin (17/7/2017), kejadian menyedihkan itu bermula saat Nuzul dan teman temannya bermain di sekitar Tugu Pancasila di halaman sekolah. Namun, beberap saat kemudian, secara tiba-tiba tugu yang sudah berumur lebih dari 30 tahun itu roboh menimpa kedua pahanya.
Paman korban, Moh Fajar, mengaku sangat kecewa dengan kejadian tersebut. Sebab, pihak sekolah terkesan lalai dalam mengawasi siswa.
”Apalagi, di sekolah sedang ada perbaikan bangunan. Seharusnya, pengwasan lebih ditingkatkan agar tidak terjadi kecelakaan seperti yang dialami keponakan saya ini,” ujar Moh Fajar, paman korban kepada wartawan, Senin (17/7/2017).
Kepala SDN 2 Juluk, Moh Slamet mengatakan, bukan sengaja membiarkan siswa untuk bermain di lokasi tersebut. Tetapi, ia mengaku kewalahan mengawasi siswanya, sehingga saat lepas dari pengawasan, terjadi kecelakan yang menimpa Nuzul.
”Kami bukan membiarkan anak-anak bermain disitu (dekat tugu, red). Tapi, kami kewalahan karena guru yang datang masih sedikit,” ujar Moh Slamet, Kepala SDN 2 Juluk Kecamatan Saronggi.
Hingga kini, Nuzul harus menahan sakit setelah paha sebalah kanan mengalami patah akibat tertimpa bangunan Tugu Pancasila di halaman sekolah. Korban terpaksa harus dibopong untuk mendapatkan perawatan medis. (di/ibn/TIN)
Berdasarkan informasi, Senin (17/7/2017), kejadian menyedihkan itu bermula saat Nuzul dan teman temannya bermain di sekitar Tugu Pancasila di halaman sekolah. Namun, beberap saat kemudian, secara tiba-tiba tugu yang sudah berumur lebih dari 30 tahun itu roboh menimpa kedua pahanya.
Paman korban, Moh Fajar, mengaku sangat kecewa dengan kejadian tersebut. Sebab, pihak sekolah terkesan lalai dalam mengawasi siswa.
”Apalagi, di sekolah sedang ada perbaikan bangunan. Seharusnya, pengwasan lebih ditingkatkan agar tidak terjadi kecelakaan seperti yang dialami keponakan saya ini,” ujar Moh Fajar, paman korban kepada wartawan, Senin (17/7/2017).
Kepala SDN 2 Juluk, Moh Slamet mengatakan, bukan sengaja membiarkan siswa untuk bermain di lokasi tersebut. Tetapi, ia mengaku kewalahan mengawasi siswanya, sehingga saat lepas dari pengawasan, terjadi kecelakan yang menimpa Nuzul.
”Kami bukan membiarkan anak-anak bermain disitu (dekat tugu, red). Tapi, kami kewalahan karena guru yang datang masih sedikit,” ujar Moh Slamet, Kepala SDN 2 Juluk Kecamatan Saronggi.
Hingga kini, Nuzul harus menahan sakit setelah paha sebalah kanan mengalami patah akibat tertimpa bangunan Tugu Pancasila di halaman sekolah. Korban terpaksa harus dibopong untuk mendapatkan perawatan medis. (di/ibn/TIN)

KOMENTAR