Mushalla Abdul Ghaffar roboh setelah diterjang angin kencang di Basoka. (foto ibn / beritafajar)
BERITAFAJAR.CO - Salah satu Mushalla atau
langgar milik Abdul Ghaffar, warga Dusun Batoguluk, Desa Basoka, Kecamatan
Rubaru, Kabupaten Sumenep, ambruk. Itu terjadi setelah diterjang angin kencang
disertai dengan hujan yang cukup lebat.
Mushalla yang biasa digunakan
untuk tempat shalat dan mengaji itu, kini sudah tidak bisa diharapkan lagi.
Sebab, pada bagian atap mushalla roboh dan rata dengan lantai. Sementara, pada
bagian gedung juga terlihat retak terkena hempasan atas genting ketika jatuh.
Zainuddin, paman dari Abdul
Gaffar mengatakan, beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri, terjadi hujan
cukup lebat dan disertai dengan angin kencang. Mungkin karena tidak kuat
menahan kencangnya angin, menyebabkan mushalla ambruk.
”Kejadian sekitar satu hari
sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri. Kami sudah berusaha melaporkan
kejadian ini ke aparat pemerintah terutama di Kecamatan Rubaru. Tapi hingga
kini masih mendapatkan respon apapun,” terang Zainuddin, ketikawa berbincang
dengan wartawan di Sumenep.
Menurutnya, Mushalla tersebut
sangat layak mendapatkan perhatian terutama dari pemerintah daerah. Sebab,
kondisi Abdul Gaffar, secara ekonomi masih minim dibandingkan dengan yang
lainnya. Apalagi, itu merupakan tempat orang beribadah dan mengaji.
”Yang sangat penting adalah,
mushalla ini merupakan tempat ibadah. Tempat melaksanakan shalat dan mengaji.
Lokasinya, berada di pinggir jalan. Sehingga, siapapun yang biasaya akan shalat
di Mushala itu, sudah tidak bisa ditempati lagi,” keluhnya.
Pihaknya berharap, pemerintah
memberikan perhatian terhadap kondisi mushala milik warga yang kurang mampu.
Sebab, Mushalla bukan hanya kepentingan pribadi. Tetapi, kepentingan masyarakat
banyak terutama ketika akan melaksanakan ibadah. (di/tin/ibn)

KOMENTAR