body { font: normal normal 12px 'Roboto', sans-serif; color: #000000; background: #FFF none repeat scroll top left; } .header-button { display: block; height: 60px; line-height: 60px; background: #010048; }

$show=home

Jelang Visit 2018, Pantai Wisata Lombang Terlupakan

BERITAFAJAR.co - Pantai Lombang, salah satu tempat wisata yang berada di Kecamatan Batang-batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pantai ...


BERITAFAJAR.co - Pantai Lombang, salah satu tempat wisata yang berada di Kecamatan Batang-batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pantai ini, memiliki panorama alam indah dengan dihiasi pohon-pohon Cemara undang.

Keindahan pantai yang terlupakan Pemkab ini,  sempat diabadikan dalam lirik lagu dangdut nasional yang dilantunkan oleh penyanyi Gondang, Yusyunus. Namun sayang, di balik hamparan pasir putih di Pantai Lombang, hanya tinggal kenangan saja.

Salah satu bukti, saat ini kondisi pantai yang berada di Kecamatan Batang-Batang itu sudah tidak terawatt lagi. Pantai yang dikelilingi pohon cemara udang itu dipenuhi kotoran dan sampah di semua sisi. Kondisi tersebut sangat menganggu eksotis keindahan pantai yang sempat diagungkan seperti pantai Kute meskipun tidak seramai di Bali.

Pemerintah Daerah dalam Visit 2018 mengusung dua destinasi wisata yang diunggulkan, yakni Gili Labak di Kecamatan Talango, dan Giliyang di Kecamatan Dungkek, meskipun hingga saat ini belum memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Sementatara pantai Lombang, tidak lagi diunggulkan.

”Sungguh disayangkan, Pemerintah Daerah terkesan melupakan sejarah. Padahal, pantai Lombang yang telah dikenal sejak puluhan tahun silam bahkan bisa mengharumkan nama Sumenep kepada wisatawan,” kata H Masdawi, tokoh masyarakat Kecamatan Batang-batang. (13/5/2017).

Padahal, kata Masdawi, Pantai Lombang merupakan destinasi telah menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) setiap tahun. Sementara Gili Labak dan Giliyang belum bisa memberikan kontribusi kepada daerah. Mestinya, kata Masdawi, pemerintah daerah mengutamakan Pantai Lombang, baik dari pengelolaan dan pembenahan fasilitas.

Sebab, saat ini fasilitas seperti tempat penginapan, WC dan penyediaan air bersih belum maksimal. Dengan begitu pengunjung merasa enggan untuk berkunjung di Pantai yang diselimuti hamparan pasir putih itu.

”Coba lihat saat ini, Pantai Lombang kotor, baik kotoran kuda maupun sampah siswa makanan. Lalu kemana PAD yang didapat setiap tahun kok pengelolaannya tetap seperti itu (tidak ada perubahan dari tahun ke tahun),” jelasnya.

Tidak hanya itu, kualitas infrastruktu juga belum memadai dan perlu penataan ulang. Selain itu juga perlu adanya scuriti pantai sehingga wisatawan saat berkunjung keamanannya terjamin.

”Kalau memang serius, pemerintah daerah membangun pantai lombang, gampang. Wong tanahnya sudah jelas milik pemkab. Kalau dibiarkan seperti ini, mana mungkin ada wisatawan yang akan berkunjung,” ungkap pria yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Sumenep itu.

Mantan ketua Pokdarwis itu mengatakan, ketidakseriusan pemerintah daerah itu sangat mencolok, buktinya saat momen hari besar seperti tahun baru, hari raya dan juga hari besar lain tidak dipihak ketigakan. Padahal, saat momen hari besar bisa meraup keuntungan yang cukup besar.
”Kalau memang pemerintah daerah tidak sanggup mengelola wisata kenapa kok tidak dipihak ketigakan semua. Kami yakin jika PAD yang ditarget pemerintah setiap tahun hanya puluhan juta, kalau dipihakketigakan bisa ratusan juta lebih. Banyak kok di daerah lain pengelolaan destinasi wisata dipihak ketigakan. Malah lebih sukes dari pada Sumenep,” tandasnya.

Terpisah Bupati Sumenep, A Busyro Karim mengatakan visit 2018 bukan akhir dari pengelolaan wisata di Sumenep, melainkan awal dari keseriusan pemerintah daerah untuk mengelola destinasi wisata.
 ”Kita harus sepakati bersama jika visit 2018 merupakan awal bukan akhir pengelolaan wisata,” katanya.

Oleh sebab itu, semua masukan akan terus ditampung dan segala kekurangan akan terus dibenahi termasuk sejumlah destinasi wisata yang belum mengantongi TDUP. Apalgai gagasan pariwisata di Sumenep baru tumbuh sejak tiga tahun silam.

”NTB sudah 30 tahun silam digagas baru bisa sukses seperti saat ini. Masukan semua kami akan tampung,” tandasnya. (*)

Pewarta : Ahmadi

Editor : Ibnu Toha


KOMENTAR

Name

Headline,974,Hikmah,133,Hukum & Kriminal,118,Hukum amp; Kriminal,161,Internasional,26,Kesehatan,50,Madura,123,Nasional,239,Olahraga,46,Pemerintahan,515,Pendidikan,292,Peristiwa,673,Politik,171,Ramadhan,8,Regional,88,Teknologi,43,Wisata,39,
ltr
item
BERITAFAJAR.CO: Jelang Visit 2018, Pantai Wisata Lombang Terlupakan
Jelang Visit 2018, Pantai Wisata Lombang Terlupakan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVlU6mFJ_8wKRXUhgpGteqD0LTNhvXkcxmoNvEnHLYTXLpgEitBqF0s5gf2JYQX-aohO_lLsev-tbkczLx0HxIj5iJxzVKmTV5rpAhj8KDuQW3HJAcgedtgtVQDRafPhwV58Z_oas4YwQR/s320/pantai+lombang.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVlU6mFJ_8wKRXUhgpGteqD0LTNhvXkcxmoNvEnHLYTXLpgEitBqF0s5gf2JYQX-aohO_lLsev-tbkczLx0HxIj5iJxzVKmTV5rpAhj8KDuQW3HJAcgedtgtVQDRafPhwV58Z_oas4YwQR/s72-c/pantai+lombang.jpg
BERITAFAJAR.CO
https://beritafajarid.blogspot.com/2017/05/jelang-visit-2018-pantai-wisata-lombang-terlupakan.html
https://beritafajarid.blogspot.com/
https://beritafajarid.blogspot.com/
https://beritafajarid.blogspot.com/2017/05/jelang-visit-2018-pantai-wisata-lombang-terlupakan.html
true
7048981456069747034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy