BERITAFAJAR.co – Sebanyak 231 petugas kebersihan yang berada di lingkungan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak bisa mengatasi tu...
BERITAFAJAR.co – Sebanyak 231 petugas kebersihan yang berada di lingkungan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak bisa mengatasi tumpukan sampah yang berada di daerah perkotaan. Pasalnya, hampir setiap titik di area perkotaan nyaris terjadi tumpukan sampah meskipun tidak bersifat signifikan.
Namun, tahun ini Pemerintah Daerah tidak lagi menganggarkan pengangkatan petugas baru untuk mengumpulkan sampah.
"Tidak ada pengangkatan petugas baru," kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Ernawan Utomo. Selasa, (4/4/2017).
Menurutnya, saat ini jumlah petugas pembersih atau yang dikenal pasukan sebanyak 213 personil untuk mengatasi 81 ton perhari. Saat menjalankan tugasnya, mereka hanya terpusat di area perkotaan, sementara di kecamatan belum tergarap.
Dikatakan, pemetaan wilayah kemungkinan terbagi menjadi dua wilayah penduduk padat dan sedang. Sayangnya dia tidak menyebutkan membutuhkan berapa penambahan disetiap personil dengan alasan pemetaan masih dalam proses.
Sementara anggaran pertahun DLH mengalami penurunan anggaran jika sebelumnya masih bernama Kantor Kebersihan Pertamanan (KKP) anggarannya Rp 6 milyar kini hanya 3,5 milyar pertahun, terbagi Rp 1,5 milyar untuk gaji karyawan sebanyak 194 orang termasuk pasukan kuning.
"Sedangkan Rp 2 milyar untuk fisik seperti BBM armanda, serta onderdil sarana prasarana," jelasnya.
Penurunan anggaran disebakan perubahan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), KKP sebagian besar bergambung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan DLH. Ernawan Utomo memaparkan program KKP sebelumnya pengelolaan sampah kumpul angkut buang.
Oleh sebab itu, pihaknya berjanji kedepan akan mengoptimalkan semua sarana prasarana yang sudah tua dan tidak mampu, jika sebelumnya hanya melayani wilayah kecamatan kota, karena sudah menjadi Dinas pelayananya akan meluas seluruh Kabupaten. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Namun, tahun ini Pemerintah Daerah tidak lagi menganggarkan pengangkatan petugas baru untuk mengumpulkan sampah.
"Tidak ada pengangkatan petugas baru," kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Ernawan Utomo. Selasa, (4/4/2017).
Menurutnya, saat ini jumlah petugas pembersih atau yang dikenal pasukan sebanyak 213 personil untuk mengatasi 81 ton perhari. Saat menjalankan tugasnya, mereka hanya terpusat di area perkotaan, sementara di kecamatan belum tergarap.
Dikatakan, pemetaan wilayah kemungkinan terbagi menjadi dua wilayah penduduk padat dan sedang. Sayangnya dia tidak menyebutkan membutuhkan berapa penambahan disetiap personil dengan alasan pemetaan masih dalam proses.
Sementara anggaran pertahun DLH mengalami penurunan anggaran jika sebelumnya masih bernama Kantor Kebersihan Pertamanan (KKP) anggarannya Rp 6 milyar kini hanya 3,5 milyar pertahun, terbagi Rp 1,5 milyar untuk gaji karyawan sebanyak 194 orang termasuk pasukan kuning.
"Sedangkan Rp 2 milyar untuk fisik seperti BBM armanda, serta onderdil sarana prasarana," jelasnya.
Penurunan anggaran disebakan perubahan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), KKP sebagian besar bergambung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan DLH. Ernawan Utomo memaparkan program KKP sebelumnya pengelolaan sampah kumpul angkut buang.
Oleh sebab itu, pihaknya berjanji kedepan akan mengoptimalkan semua sarana prasarana yang sudah tua dan tidak mampu, jika sebelumnya hanya melayani wilayah kecamatan kota, karena sudah menjadi Dinas pelayananya akan meluas seluruh Kabupaten. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha

KOMENTAR