BERITAFAJAR.co - Berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Ketenaga Kerjaan (Diskumnaker) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, juml...
BERITAFAJAR.co - Berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Ketenaga Kerjaan (Diskumnaker) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang meninggal dunia setiap tahun terus bertambah.
”Tahun 2015 jumlah TKI meninggal sebanyak 12 orang, dan meningkat pada 2016 sebanyak 14 orang, kemudian pada awal 2017 sebanyak 6 orang ditemukan meninggal dunia dalam kecelakaan laut," terang Kabid Pengembangan tenaga kerja melalui Lutfi Bagian Industrial dan Penempatan Tenaga Kerja, Selasa (21/02/17).
Menurutnya, sedangkan TKI yang dipulangkan menurun dari 2015 sampai Th 2016. Sementara, jumlah TKI ilegal dipulangkan 2015 sebanyak 1.503 orang dan pada 2016 sebanyak 1.234 orang.
Kendati begitu, pihaknya mengaku berupaya untuk mensosialisasikan ke beberapa wilayah agar TKI yang mau bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi. Buktinya, untuk tahun 2017 ini, telah merekomendasikan sebanyak 3 orang.
”Dua orang perempuan bekerja sebagai pembantu Rumah tangga di negeri Hongkong dan 1 orang laki-laki sebagai buruh bangunan di Malaysia. Mereka, 2 perempuan asal Desa Apa'an Kecamatan Pangarengan, dan 1 orang laki-laki asal desa Gulbung,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Junaidi
Editor : Ibnu Toha
”Tahun 2015 jumlah TKI meninggal sebanyak 12 orang, dan meningkat pada 2016 sebanyak 14 orang, kemudian pada awal 2017 sebanyak 6 orang ditemukan meninggal dunia dalam kecelakaan laut," terang Kabid Pengembangan tenaga kerja melalui Lutfi Bagian Industrial dan Penempatan Tenaga Kerja, Selasa (21/02/17).
Menurutnya, sedangkan TKI yang dipulangkan menurun dari 2015 sampai Th 2016. Sementara, jumlah TKI ilegal dipulangkan 2015 sebanyak 1.503 orang dan pada 2016 sebanyak 1.234 orang.
Kendati begitu, pihaknya mengaku berupaya untuk mensosialisasikan ke beberapa wilayah agar TKI yang mau bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi. Buktinya, untuk tahun 2017 ini, telah merekomendasikan sebanyak 3 orang.
”Dua orang perempuan bekerja sebagai pembantu Rumah tangga di negeri Hongkong dan 1 orang laki-laki sebagai buruh bangunan di Malaysia. Mereka, 2 perempuan asal Desa Apa'an Kecamatan Pangarengan, dan 1 orang laki-laki asal desa Gulbung,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Junaidi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR